Dua Dokter Kakak Beradik di Semarang Meninggal karena Virus Corona


Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun

Dua Dokter Kakak Beradik di Semarang Meninggal karena Virus Corona

Ketika masyarakat Indonesia sudah dapat kembali bernafas lega, dengan longgarnya peraturan di masa pandemi, maka tidak halnya dengan para dokter dan tim medis.

Mereka yang berada di garda terdepan tetap harus ‘memasang diri’, melawan pandemi yang tiada berkesudahan.

Sejak virus Corona merebak di Indonesia hingga kini, para dokter dan tim medis masih harus berjibaku menangani pasien.

Kondisi ini membuat satu per satu dokter dan tim medis berguguran di tengah tugasnya. Bahkan terbaru, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Semarang,

dr Elang Sumambar kembali menginformasikan kabar duka atas meninggalnya dua dokter.

“Mereka adalah dr Sang Aji Widi Aneswara dan dr Elianna Widiastuti dari IDI Kota Semarang. Mereka kakak beradik,” kara dr Elang via telepon, Rabu (8/7).

Dokter Elang menerangkan, sang kakak dr Elianna yang bertugas di Puskesmas Halmahera Semarang berpulang lebih dulu setelah menjalani perawatan di RS Roemani Semarang.

“Awalnya dr Elianna sempat mengeluh sakit usai pemakaman ayahnya yang lebih dulu wafat pada Minggu pagi. Langsung siangnya dibawa ke rumah sakit Roemani, lalu meninggal dunia,” jelasnya.

Menyusul kabar duka itu, petugas memutuskan untuk melakukan tracing kepada anggota keluarga lainnya. Ternyata, adiknya dr Sang Aji yang bertugas di Puskesmas Karanganyar terkonfirmasi positif Covid-19.

“Anak dan istrinya juga positif. Dr Sang Aji masuk rumah sakit pada 1 Juli 2020. Dinyatakan meninggal pada Senin 6 Juli 2020. Usai dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro,” ungkapnya.

“Dr Sang Aji usianya masih muda sekitar 31 tahun. Dia juga pernah diperbantukan sebagai relawan untuk penanganan Covid-19

di rumah dinas Wali Kota Semarang,” dr Elang menambahkan. Demikian mengutip Tribunnews.com, Kamis (9/7).

LihatTutupKomentar

About Blog