Diterkam Anjing Peliharaan, Bayi Kembar Yang Baru dilahirkan inipun Akhirnya Meninggal


Diterkam Anjing Peliharaan T_T

Bayi Kembar Yang Baru dilahirkan inipun Akhirnya Meninggal

Sungguh malang. Kebahagiaan yang dinanti-nantikan oleh pasangan suami istri di Brasil hanya bertahan selama 26 hari. Sepasang bayi kembar mereka meninggal dunia pada 23 Juni lalu.

Parahnya, kematian dua bayi kembar perempuan itu disebabkan oleh dua anjing peliharaan mereka sendiri.

Saat itu, sang ibu Elaine Novais meninggalkan kedua bayinya sebentar di dalam kamar di rumah mereka di Piripa, negara bagian Bahia timur laut, Brasil, untuk menyambut tamu yang berkunjung.

Tak lama setelahnya, kedua bayi cantik dan lucu itu menangis hingga mengundang kedatangan Elaine.

Namun betapa terkejutnya dia saat mendapati penyebab di balik tangisan anaknya, yang tak lain anjing Labrador dan anjing hutan Amerika peliharaannya.

Dikutip today.line.me, salah satu dari si kembar meninggal dunia seketika akibat luka-luka dari penyerangan kedua anjing tersebut.

Sedangkan bayi satunya masih sempat hidup, namun karena lukanya terlalu parah dan menderita serangan jantung, nyawa bayi malang itu juga tak dapat diselamatkan.

Mendapati kenyataan pahit ini, Elaine langsung pingsan. Dia bahkan harus dibius karena shock atas insiden tragis itu.

Seorang anggota keluarga yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa kedua hewan yang telah dipelihara selama kurang lebih lima tahun itu merupakan hewan penuh kasih sayang dan lembut.

“Kami berpikir bahwa dengan kedatangan si kembar, hewan-hewan itu tidak lagi memiliki perhatian dan kasih sayang dari pemiliknya.”

“Ini mungkin telah menyebabkan semacam kecemburuan dan memicu hewan yang biasanya jinak untuk menyerang anak-anak,” tuturnya.

Ya, kedua anjing itu diduga cemburu pada si kembar, merasa perhatian dan kasih sayang pemiliknya telah beralih ke anak-anaknya sehingga melampiaskan kekesalan itu pada dua bayi malang tersebut.

Polisi telah membuka penyelidikan tentang keadaan di sekitar kematian si kembar.

LihatTutupKomentar

About Blog