Diputusin Pacar Karena Cuma Penjual Ubi, Cowok Ini Balas Dendam


Diputusin Pacar Karena Cuma Penjual Ubi, Cowok Ini Balas Dendam 

dan Kini Mantannya Menyesal Bukan Main

Balas dendam tentu suatu perbuatan yang tak dianjurkan, terlebih dalam ajaran agama. Tapi balas dendam yang dimaksud dalam kisah ini jauh berbeda dari konotasi tersebut.

Sebab, ia membalaskan dendamnya pada seseorang bukan melalui perbuatan, melainkan tindakan, kerja keras nyatanya.

Inilah kisah inspiratif yang datang dari seorang pria 36 tahun bernama Wu Yan-yi. Sebelum mencapai titik kesuksesan, pria asal Yilan, Taiwan ini memiliki kisah menyedihkan.

Dia diputuskan oleh mantan kekasihnya lantaran berjualan ubi saja. Bahkan sang mantan juga sempat mengeluarkan kata-kata menyakitkan yang masih teringat jelas di otaknya, dimana dia berkata: “Denganmu, aku tidak punya masa depan.”

Tidak cukup sampai disitu, keluarga pacarnya juga pernah memalukannya kala itu.

“Apa berjualan ubi punya masa depan?” ucap keluarga sang mantan.

Terang saja, kata-kata itu menjadi ‘cambuk’ baginya. Tapi Wu tak berlarut dalam kesedihan dan keputusasaan, justru cibiran itu dijadikannya sebagai pendorong langkahnya dalam meluaskan bisnisnya.

Dia membuat gebrakan baru pada bisnisnya dengan menjual ubi berbagai warna. Tak disangka, ubi spesial yang diberi tajuk “ubi 8 warna” itu sukses menarik minat pembeli hingga penjualannya meroket.

Atas kesuksesan itu pula, Wu pernah menghasilkan 3,7 miliar rupiah. Sedangkan pendapatan perbulannya kini 1 juta Dolar Taiwan Baru (TWD) atau setara Rp 471 juta, dari yang sebelumnya hanya Rp 14,1 juta, melansir Tribunlifestyle.com.

Tidak berhenti sampai di situ, bisnis ubi Wu juga berhasil mendapatkan ISO 22000.

Dan kesuksesan bisnisnya ini tak membuat Wu lupa daratan. Dia menyumbangkan pendapatannya ini pada orang yang membutuhkan, serta mensponsori pemain-pemain olahraga untuk keluar negeri.

Inilah cara ‘balas dendam’ versi Wu. Tidak menyakiti, namun mampu membuat sang mantan menyesal.

“Terima kasih pada wanita yang mencampakkan saya, karena saya tidak suka dipandang rendah oleh orang lain,” tuturnya.

LihatTutupKomentar

About Blog