Anak di Serpong ini Sampai Harus Jual Bantuan Sembako yang Ia Terima


Untuk Bantu Ibunya yang Sakit, Anak di Serpong ini Sampai Harus Jual Bantuan Sembako yang Ia Terima

Semoga Allah SWT berikan rezeki yang berkah dan berlimpah kepada Kita Semua, Aamiin

Bantuan sosial sembako di tengah pandemi Covid-19 memang tengah menyeruak. Ini karena banyak masyarakat yang terkena dampak wabah virus tersebut. Banyak yang harus kehilangan sumber penghasilannya.

Tak hanya pemerintah, berbagai kalangan ke atas juga berbondong-bondong membantu warga terdampak, memberikan paket sembako serta sejumlah uang.

Di tengah krisis ini, sempat heboh di media sosial salah seorang pengguna Facebook menjual paket bantuan sembako di grup Facebook. Ada tiga paket sembako yang dijualnya, yakni paket A yang terdiri dari gula, minyak dan beras seharga Rp 40.000.

Kemudian paket B, seharga Rp 45.000, berisi beras dan tiga mi instan. Sementara paket C yang berisi beras, telur dan dua mi instan dijual seharga Rp 50.000.

Belakangan, semua paket bantuan sembako itu telah habis dibeli pengguna Facebook lain.

Menindaklanjuti kabar tersebut melalui sambungan telepon, sang pengunggah yang bernama Novi Rahmadani (16) mengaku mempunyai alasan tersendiri mengenai penjualan paket bantuan sembako tersebut.

“Saya butuh uang buat transfer ibu saya sedang sakit, ya sudah saya jual. Sembako sudah terjual Rp 130.000 semuanya, sama orang tadi secara online,” beber dia.

Ya, ibunya yang tinggal berpisah dengannya, di Semarang, Jawa Tengah, sedang mengidap sakit stroke. Sehingga ibunya tak bisa lagi melakukan aktivitas berat, terlebih untuk bekerja.

Untuk itu, Novi yang saat ini tinggal di kawasan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga menjual paket bantuan sembako demi memenuhi kebutuhan ibunya.

“Penghasilan Rp 1.400.000 per bulan. Setelah saya bayar kontrakan Rp 600.000, sisanya sedikit buat hidup dan transfer ke ibu. Untuk makan, kadang saya dikasih majikan, kadang beli dan masak. Termasuk jual sembako itu buat tambahan transfer ibu,” tuturnya.

Sementara paket bantuan sembako yang ia jual sendiri, Novi menegaskan, bukan bantuan dari pemerintah. Melainkan majikan dan warga kompleks perumahan tempatnya bekerja.

“Dari Pak Jokowi tidak dapat, soalnya data saya tidak lengkap. Ibu sama bapak nikah siri, KK dan akte tidak ada. Itu dari majikan dan orang kompleks. Karena banyak dan mubazir, ya sudah saya jual,” terangnya.

Ia pun meminta maaf atas kegaduhan yang sempat dibuatnya. Karena sejak dipostingnya di media sosial, Novi langsung menuai beragam komentar miring dari warganet.

“Saya cuma mau minta maaf saja, mungkin kan ada kesalahpahaman. Karena mereka kira saya dapat dari pemerintah terus mau dijual, padahal kenyataan tidak seperti itu,” kata Novi. Demikian melansir TribunBanten.com.

LihatTutupKomentar

About Blog