Wali Kota Ini Pergoki Emak-emak Penerima Bansos Sedang Asyik Beli Baju


Bak Bermuka Tembok

Emak-emak Penerima Bansos Sedang Asyik Habiskan Uang Bantuan untuk Belanja Baju

Wabah corona masih menyelimuti Tanah Air.

Hingga berita ini ditulis, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai angka 20.162 pasien.

Wabah corona memang berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat.

Untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, pemerintah juga memberikan bantuan sosial.

Namun, belakangan justru beredar kabar kalau bantuan sosial yang diberikan pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran.

Lain halnya di Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarta malah memergoki warganya sendiri yang masuk dalam daftar penerima bansos tapi malah memanfaatkan uang yang diterima untuk hal lain.

Bukan dipakai untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Bak bermuka tembok, ibu-ibu penerima bansos tersebut malah kepergok asyik belanja baju lebaran, Moms.

Dilansir dari Kompas.com, kejadian itu bermula ketika Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan sidak.

Sidak dilakukan di Pasar Anyar, Jawa Barat.

Bima Arya mengambil sampel sejumlah pengunjung di pasar.

Lewat aplikasi database 'Salur' milik Pemkot Bogor ada kecocokan NIK sejumlah pengunjung dengan data penerima bantuan sosial.

Tak disangka, sejumlah 6 dari 10 pengunjung ibu-ibu di Pasar Anyar tercatat sebagai penerima dana bantuan sosial.

Bima Arya Sugiarto pun curiga uang yang diterima oleh oknum ibu-ibu itu dipakai belanja baju lebaran.

Tahu warganya berbuat seperti itu, Wali Kota Bogor itupun merasa kecewa dan tak habis pikir.

"Kalau belanja sembako kita maklumi tapi kalau belanja pakaian ini yang agak mengecewakan."

Dikabarkan sebelumnya, Bima Arya sempat membuat ancaman.

Ia akan mencabut seluruh bantuan tunai apabila uang yang diberikan dipakai untuk beli baju lebaran.

"Sudah saya katakan bahwa lebaran tahun ini kita prihatin dulu.

Kalau bantuan dari pemerintah dipakai beli baju, akan kita cabut bantuannya," beberapa waktu lalu.

Tak ingin dana bansos salah sasaran, Bima Arya juga meminta jajarannya mengevaluasi data penerima bantuan.

LihatTutupKomentar

About Blog