Tinggal di Gubuk Sebatang Kara, Nenek ini Lanjutkan Hidup Berbekal Belas Kasihan Warga Sekitar


Tinggal di Gubuk Sebatang Kara

Nenek ini Lanjutkan Hidup Berbekal Belas Kasihan Warga Sekitar

Tanpa dampingan suami dan anak, Nenek Ngatirah (90) menghabiskan masa hidupnya seorang diri di dalam sebuah gubuk berukuran 2×3 meter.

Dilansir NewsDetik.com, suami Nek Ngatirah sudah meninggal 10 tahun lalu. Sedangkan anaknya yang menjadi harapan satu-satunya tidak pernah pulang ke rumah di Desa Panca Mukti, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu.

Karena itu, Nek Ngatirah tinggal sebatang kara di gubuknya.

“Saya tidak mau menyusahkan orang lain, jadi saya lebih memilih tinggal sendiri, kalau bekerja saya tidak mampu lagi,” ucapnya.

Beruntung, warga sekitar begitu peka terhadap kesulitan Nek Ngatirah. Secara bergotong royong, mereka memberi makanan dan minum kepada Nek Ngatirah.

“Ya satu piring itu cukup untuk saya makan tiga kali sehari, Alhamdulilah yang penting saya tidak mencuri,” katanya sambil mengusap matanya yang berurai air mata.

Nek Ngatirah sendiri pernah ditawarkan oleh warga untuk tinggal bersama mereka. Namun dia menolak, dengan alasan tidak ingin menyusahan orang lain. Karena inilah, warga akhirnya sepakat secara bergantian memberi makan Nek Ngatirah.

Kisah kehidupan Nek Ngatirah ini pun telah sampai ke telinga orang nomor satu di Bengkulu, yakni Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Rohidin terjun langsung ke lokasi untuk melihat langsung kondisi Nek Ngatirah.

Tidak hanya itu, Rohidin juga memberikan bantuan untuk merenovasi gubuk Nek Ngatirah agar lebih layak tinggal.

“Ini adalah tanggungjawab kita bersama, serta butuh peran semua elemen mulai dari kepala daerah hingga perangkat desa dan masyarakat desa terdekat. Seperti Pak Kades juga bisa menyisihkan Dana Desa untuk membantu hal seperti ini,” kata Rohidin.

LihatTutupKomentar

About Blog