Terjebak Lockdown, Ibu Ini Hanya Bisa Temani Sakaratul Maut Anaknya Lewat Ponsel


Sangat Memilukan Ya Kisah Ibu Ini :'(

Terjebak Lockdown, Ibu Ini Hanya Bisa Temani Sakaratul Maut Anaknya Lewat Ponsel

Berada jauh dan tak bisa menemani orang yang kita cintai di saat terakhir, hal ini pastinya sangat menyakitkan ya. Apalagi bagi seorang ibu yang tak bisa menemani buah hatinya saat menghembuskan napas terakhir.

Hal memilukan inilah yang dialami seorang ibu yang tak disebutkan identitasnya. Ia terpaksa hanya bisa menemani sang anak melalui ponsel di saat terakhirnya karena terganjal lockdown.

Melansir dari worldofbuzz.com, kisah memilukan ini dibagikan oleh seorang perawat dengan akun Twitter @MSazriman melalui utasnya. Saat itu, ia merawat seorang pasien berusia 36 tahun yang sakit parah. Keluarga sang pasien meminta seseorang agar bisa menemani dan merawatnya sampai ia menghembuskan napas terakhir.

Perawat ini yang kebetulan bekerja shift malam berkesempatan merawat pasien itu. Pada malam pertama, ia benar-benar merasa dekat dengan pasiennya. Mereka ngobrol dan si pasien mengatakan akan bertekad untuk terus berjuang agar bisa melihat ibunya yang berada di Boston, Amerika Serikat.

" Ibuku tak bisa kembali karena ada lockdown di mana-mana. Aku takut ia akan melewatkan hari dimana aku meninggal, tapi aku tak akan membiarkan itu terjadi, karena aku seorang pejuang," kata pasien itu.

Sebelum shift malam perawat ini berakhir, pasien itu memberi tahu sang perawat bahwa ia sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Pada hari ketiga, kondisi pria itu memburuk dan mereka harus memanggil ambulans sehingga pasien bisa dipindahkan ke rumah sakit swasta. Tapi, karena terbatasnya kamar dan biaya, akhirnya pasien ini tak jadi dipindahkan.

Ibu pasien itu yang terlihat putus asa selalu bertanya perkembangan sang anak lewat perawat ini karena dirinya yang tak bisa berada di sana dan hanya bisa menangis lewat telepon.

Saat di waktu pasien itu akan meninggal, sang ibu hanya bisa melihat wajah putranya yang ia cintai lewat layar telepon. Meski sekarat, pasien itu tetap terus berjuang. Karena tak tega melihat kondisi putranya, ibu itu akhirnya berkata, " Ayolah anakku, kami sudah menerimanya. Kamu tak perlu melawannya lagi, kita akan bertemu di akhirat."

Akhirnya, pria itu menghembuskan napas terakhir dengan sang ibu yang hanya bisa menemaninya dari jauh. Saat prosesi pemakamannya pun, ibu itu hanya bisa menyaksikannya lewat layar telepon.

LihatTutupKomentar

About Blog