Sekuat Apapun Godaan Untuk Mendua, Ingatlah Selingkuh Itu Hanyalah Menambah Dosa


Sekuat Apapun Godaan Untuk Mendua

Ingatlah Selingkuh Itu Hanyalah Menambah Dosa

Dalam suatu hubungan itu pasti akan ada saatnya tumbuh rasa jemu, bosan atau perasaan yang berubah dan berbeda. Rasa itu wajar, semua orang pasti mengalaminya.

Begitu juga keinginan mendua, godaan untuk mendua, entah untuk sekedar iseng atau pun seriuasan. Pastilah banyak orang yang berfikir ingin melakukan itu, namun yang enggak wajar adalah jika mereka menuruti kemauan tersebut.

Selalu ingatlah, bahwa sekuat apapun godaan untuk mendua, selingkuh itu hanya akan menghasilkan luka dan dosa.

Perselingkuhan Itu Terjadi Bukan Karena Ada Kesempatan Tapi Karena Ada Kemauan Dari Orang Yang Tak Pandai Bersyukur

Terjadinya perselingkuhan itu bukan karena adanya kesempatan dan peluang, tapi karena adanya kemauan dari dirinya masing-masing.

Bicara soal kesempatan, semua orang pasti punya peluang dan kesempatan selingkuh, namun hanya orang yang pandai bersyukur dan berterimakasihlah yang enggak bakalan mau selingkuh.

Tidak Akan Pernah Bahagia Orang-Orang Yang Mengkhianati Pasanganya Meski Tujuannya Demi Kebahagiaan

Suatu saat nanti mereka yang mengkhianati pasangannya demi mencari kebahagiannya sendiri akan menyadari bahwa kebahagiannya adalah yang ditinggalkannya.

Akan hidup dalam penyesalan orang-orang yang menduakan pasangannya hanya demi.kebahagiannya sendiri.

Memilih Berpisah Itu Jauh Lebih Baik Daripada Diam-Diam Kau Menduakan Pasanganmu

Meski perceraian adalah sesuatu yang dilarang dalam agama, namun alangkah lebih baiknya bila kau memilih perpisahan saja daripada menduakan pasanganmu.

Apa yang kamu dapatkan dari diam-diam menduakan pasanganmu, bukankah kau hanya menyakiti pasanganmu sendiri?

Selain itu kau juga hanya menambah dosa dalam hidupmu sendiri karena menyakiti pasanganmu dan berduaan dengan seseorang yang bukan pasanganmu.

Kalau Ada Masalah Selesaikan Dan Bicarakan Dengan Pasanganmu, Tapi Jika Kamu Bosan Selesaikan Masalah Itu Dengan Dirimu Sendiri

LihatTutupKomentar

About Blog