Miris! Cerita ABK Indonesia di Kapal China, Tidur Cuman 3 Jam dan Makan Umpan Ikan


Miris! Cerita ABK Indonesia di Kapal China

Tidur Cuman 3 Jam dan Makan Umpan Ikan

Mencuatnya cerita pengalaman lima orang anak buah kapal (ABK) Indonesia ini menyusuli video viral pembuangan jenazah ABK di laut.

Dikuburkan di laut (dilarung) memang bukan kasus pertama. Sebelumnya pada 27 Desember 2019, Indonesia juga sempat dibuat heboh dengan insiden jenazah ABK asal Enrekang, Sulawesi Selatan, bernama Muhammad Alfatah dibuang ke laut oleh kapal China.

Kini, peristiwa itu kembali terulang. Bahkan empat jenazah yang dibuang ke laut pada kali ini. Dan ini menjadi pengalaman terpahit bagi rekan-rekan seprofesinya, RV, BR, KR, MY, dan NA.

Sebelum dilarung, kelima ABK Indonesia itu sempat meminta kepada kapten kapal agar jenazah rekannya dikubur saat kapal berlabuh.

“Kami sudah ngotot, tapi kami tidak bisa memaksa, wewenang dari dia (kapten kapal) semua.” “Mereka beralasan, kalau mayat dibawa ke daratan, semua negara akan menolaknya,” ujar NA menirukan jawaban kapten kapal, dilansir Kompas.com.

Sesuai syariat Islam, NA dan rekan-rekanya memandikan dan menshalati jenazah sebelum dilepas ke laut. “Kami mandikan, shalati dan baru ‘dibuang’,” ucapnya.

Sisi kejam pihak kapal China Long Xing 629 tidak berhenti sampai di situ. Diungkapkan oleh BR, setiap hari mereka bekerja di luar batas waktu.

“Bekerja terus, buat makan (hanya dapat waktu) sekitar 10 menit dan 15 menit. Kami bekerja mulai jam 11 siang sampai jam 4 dan 5 pagi,” ungkapnya. Hal itu membuat mereka hanya bisa menikmati waktu istirahat sekitar 3 jam. “Mau protes, susah sekali, kita di tengah laut,” kata BR.

Yang semakin memilukan, meski dipaksa kerja keras tanpa henti, bayaran mereka tak jua diberikan. Selain permasalahan jam kerja, kelima ABK Indonesia itu juga harus dihadapi kenyataan pahit lain terkait makan dan minum.

KR, 19 tahun, ABK asal Manado, mengungkapkan ABK Indonesia dan ABK China dibeda-bedakan. “Mereka makan enak-enak, kalau kami sering kali makan ikan yang biasanya buat umpan itu,” tuturnya.

Sedangkan untuk minumnya, NA menambahkan, “Air minumnya, kalau dia minum air mineral, kalau kami minum air sulingan dari air laut.”

Beruntung, penderitaan demi penderitaan yang mereka dapatkan akan segera berakhir. Kelima ABK itu akan dipulangkan ke Indonesia pada Jumat ini, 8 Mei 2020.

LihatTutupKomentar

About Blog