Janda dan Anaknya ini Harus Tidur di Masjid Karena Tak Bisa Bayar Kontrakan Akibat Wabah Corona


Janda dan Anaknya ini Harus Tidur di Masjid T_T

Karena Tak Bisa Bayar Kontrakan Akibat Wabah Corona

Ada banyak masalah hidup yang dialami oleh masyarakat di tengah pandemi corona ini. Ada yang harus kehilangan pekerjaan, sepi orderan, hingga bahkan terpaksa hidup di luar akibat tak mampu bayar kontrakan, seperti apa yang dialami oleh ibu dan anak di Gresik ini.

Sebelum adanya pandemi corona, Husnul Khotimah (57) dapat mengandalkan penghasilannya dari berjualan pakaian dengan keliling kampung.

Meski penghasilan yang didapat tidak begitu besar, namun hasil berjualan baju masih cukup memenuhi kebutuhan hidupnya bersama anak semata wayangnya, Husna Faiqoh (14).

Tapi kini, tak ada satu pun sumber pendapatan baginya, karena pemerintah telah membatasi ruang gerak masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Iya gimana lagi, sejak virus corona mencuat saya berhenti berdagang,” ucapnya.

Yang menjadi masalah lain, Khotimah tidak dapat membayar rumah indekos, yang telah menunggak selama 4 bulan dengan biaya Rp 600 ribu per bulannya, atau total tunggakan Rp 2.400.000, seperti dilansir jatim.suara.com.

Hal inilah yang akhirnya membuat Khotimah dan sang anak angkat kaki dari rumah kontrakan di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, lalu memutuskan tinggal di masjid.

“Kalau tidur di Masjid setidaknya ada tempat untuk tidur, tidak menjadi gelandangan di luar sana. Apalagi anak saya kondisinya sedang sakit jadi perlu istirahat,” ujar Khotimah.

Ya, diakui Khotimah, putrinya menderita penyakit polip abdomen atau pembengkakan usus, hingga harus keluar masuk rumah sakit.

“Anak saya ini sudah lama sakitnya, sering keluar masuk rumah sakit akibat pembengkakan usus,” ungkapnya.

Bahkan dia mengaku sempat kesulitan membayar biaya rumah sakit senilai Rp 101 ribu. Sebuah nominal yang tak besar memang, tapi bagi Khotimah nilai itu sangat membebaninya di tengah kondisinya kehilangan pekerjaan.

“Saya sudah cari pinjaman untuk melunasi biaya, tapi tak dapat. Jadi minta bantuan kepada lembaga sosial,” katanya.

LihatTutupKomentar

About Blog