Gara Gara Diet Terlalu Ketat, SPG di Blora Sampai Tewas Membusuk di Kamar Kosnya


Gara Gara Diet Terlalu Ketat

SPG di Blora Sampai Tewas Membusuk di Kamar Kosnya

Warga di Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora dihebohkan dengan penemuan mayat yang sudah membusuk di dalam kamar kos pada Selasa (12/5/2020).

Mayat tersebut adalah RF seorang sales promotion girl (SPG) warga desa Rowotamtu, kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Diduga RF sudah tewas tiga hari sebelum ditemukan. Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Blora, AKP Joko Supriyono.

RF pertama kali ditemukan oleh pemilik kos bernama Tohir yang curiga lantaran mencium bau busuk dari arah kamar korban.

Penasaran, pemilik kos kemudian mengecek keberadaan korban ke tempat kerjanya yang hanya berjarak 300 meter dari tempat kos.

Namun sesampainya di sana ternyata korban sudah tiga hari tidak masuk kerja.

Mengetahui hal itu, ia langsung menggedor pintu kamar RF, namun tak kunjung ada jawaban.

Menggunakan kunci cadangan, ia membuka kamar kos dan terkejut menemukan RF sudah dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk.

“Pemilik kos terkejut melihat korban sudah meninggal dunia. Jasadnya membusuk. Kasus ini kemudian dilaporkan ke kepolisian,” kata Joko

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2020), Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto mengatakan, korban sempat mengeluhkan sakit lambung akibat program diet yang dilakukannya.

“Sebelumnya korban mengeluh sakit kepada teman-temannya. Kami masih mendalami kasus ini,” kata Setiyanto saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa.

Bahkan, pada Sabtu (9/5/2020) korban terlihat masih beraktivitas di kamar kosnya.

Saat itu korban mengirim pesan WhatsApp kepada rekan kerjanya bernama Sunarti (32), meminta tolong untuk dibelikan makanan dan teh hangat.

Untuk mengungkap kematian SPG tersebut, pihak kepolisian tengah mengecek circuit closed television (CCTV) yang terpasang di tempat kos korban.

“Kami masih mendalami kasus ini. Kami cek CCTV,” ujar Setiyanto.

Ditambahkan Setiyanto, saat evakuasi mayat korban, penanganannya disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP) pasien terinfeksi Covid-19.

LihatTutupKomentar

About Blog