Bunuh Putri Sendiri, Keluarga Darwis Sandera Tetangga Paksa Baca Syahadat


Bunuh Putri Sendiri

Keluarga Darwis Sandera Tetangga Paksa Baca Syahadat

Kasus sandera dan pembunuhan anak kandung dilaporkan terjadi di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tombopulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/5/2020) kemarin.

Aksi keji yang dilakukan oleh satu keluarga yang terdiri dari 13 orang ini terbongkar setelah salah satu anggota keluarga atas nama Rosmini (16) tewas terbunuh.

Ya, meski menjadi darah daging sendiri, Darwis (50) selaku kepala keluarga, bersama istri dan anak-anak serta menantunya tega menghabisi nyawa Rosmini dengan cara dibacok menggunakan parang.

Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif pembunuhan Rosmini.

“(Tapi) hasil sementara dari pemeriksaan bahwa korban dibunuh karena kasus (nikah siri). Korban diduga berhubungan badan dengan lelaki berinisial U yang merupakan sepupunya,” kata Kapolres, dilansir today.line.me.

Namun di samping itu, berdasarkan keterangan warga sekitar, pembunuhan dilakukan karena Darwis mengalami gangguan jiwa akibat ilmu sesat yang dianutnya.

“Itu katanya tetangga empat hari sebelum kejadian berhalaki (membakar dupa),” ujar tetangga, Nur Annisa.

Darwis bahkan sempat menghadang beberapa orang yang melintas di depan rumahnya untuk meminta mereka berdzikir.

Tak cukup sampai di situ, Darwis juga menyandera tiga tetangganya, yakni Irfan bin Reni (18), Saenal bin Hatim (35), serta Usman (34). Dan, memaksa ketiga untuk mengucapkan syahadat berulang-ulang sambil diancam senjata.

“Siapa yang paling banyak salahnya dalam berzikir maka dijadikan tumbal. Nah, anaknya yang perempuan paling banyak salahnya, makanya langsung digorok lehernya,” ungkap Annisa.

Sementara ketiga tetangga tersebut mendapat luka sobek akibat senjata tajam.

LihatTutupKomentar

About Blog