Belum Dapat Bantuan, Janda Miskin Nangis Tiap Malam Karena Bingung Besok Makan Apa


Belum Dapat Bantuan, Kenapa ?? T_T

Janda Miskin Nangis Tiap Malam Karena Bingung Besok Makan Apa

Kisah pilu tiga orang janda tua yang miskin namun luput dari bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19. Kisah ini  terjadi di Lingkungan Marranu, Kelurahan Pacongang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

Salah satu diantara 3 janda tersebut yaitu bernama Dg Cora (70). Dirinya mengaku belum pernah menerima bantuan sejak merebaknya Corona.

Coraa bekerja sebagai buruh cuci pakaian atau cuci piring dari rumah ke rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketika menjadi buruh cuci pakaian atau cuci piring dari rumah ke rumah dirinya di upah sebesar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari.

“Iye pak, tidak ada pi bantuan ini. Biasa kalau malam saya menagis sendiri, berpikir besok makan apa kodong. Kalau tidak ada orang panggil cuci piring, saya digaji Rp10 ribu, alhamdulillah,” katanya sepeti dilaporkan Kabarmakassar.com–jaringan Suara.com.

Rumah tempat ia tinggal pun jauh dari kata nyaman dan layak. Jika turun hujan rumahnya pasti bocor dan bikin jalanan becek serta membuatnya tidak pernah tidur dengan nyaman ketika hujan turun.

“Kalau hujan becek Pak, atap rumah bocor semua. Ini rumah sendiri cuman tanah orang,” sambung janda dua anak ini

Selain DG Cora, tetangganya yang bernama Hasna (65) juga mengaku hal yang sama. Hasna mengatakan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

“Hanya mengandalkan cuci piring dipenjual bakso yang upah Rp20 ribu,” kata Hasna.

Begitu jugda dengan Rustima (63) yang mengaku mengalami nasib serupa.

“Saya ini sakit-sakitan tidak bisa bekerja, hanya mengandalkan bantuan dari anak,” kata Rustima.

Dikonfirmasi secara terpisah, Lurah Pacongang, Andika Rosi mengatakan pihaknya baru akan melakukan pendataan kepada warganya yang belum tersentuh bantuan.

“Iya Pak, kami sudah melakukan pendataan ada juga sementara berjalan pendataan, sambil menunggu bantuan datang. Karena baru bantuan sembako dari provinsi yang sudah kami salurkan,” kata Andika Rosi.

Andika berharap bagi wargannya yang belun terdata untuk bisa melapor kekantornya agar diverifikasi apakah terdaftar sebagai penerima bantua atau tidak.

LihatTutupKomentar

About Blog