Viral Cinta Beda Kasta. Lulusan S2 Dicibir Orang Sekampung Gara-gara Nikah dengan Sopir Truk


Rasa bahagia bercampur sedih dirasakan Zuraiha Zaini (27) di hari pernikahannya. Pasalnya Zuraiha Zaini justru mendapat nyinyiran dan perkataan buruk dari para tetangganya.

Hal ini tak lain dan tak bukan karena status Zuraiha Zaini yang merupakan seorang master mau menikah dengan Mohd Hafis Hozahli (27) yang berprofesi sebagai sopir truk.

Para tetangga menyayangkan keputusan Zuraiha ini. Wanita asal Malaysia ini pertama kali membagikan cerita sedihnya itu melalui laman Twitter @azuraorkid, pada Jumat (11/10/2019).

Dalam cuitannya, Zuraiha mengungkapkan mendapat banyak cibiran dari para tetangga, dan saudaranya sendiri. Bahkan tetangga Zuraiha menyebut orang tua sang mempelai wanita menerima banyak uang sebagai mas kawin dari mempelai pria.

Zuraiha mengungkapkan bahwa hantaran nikahnya bahkan tak sampai Rp 30 juta. "Warga desa mencibir ayah dan ibu saya 'anak pintar, menikahi seorang sopir truk'," "Nyonya... menikah dengan sopir truk tidaklah hina," "Dan kita ini hamba yang belum tentu mulia di sisi Tuhan," cuit Zuriha.

Unggahan Zuraiha ini menjadi viral di Twitter, hingga telah disukai lebih dari 20 ribu kali.  Alasan Zuraiha ini bahkan membuat beberapa orang terharu dan salut dengan pandangan Zuraiha.  Zuraiha juga merasa sangat bangga bisa menikah dengan kekasih hatinya pada 17 Agustus 2019 lalu.

Pasalnya, Zuraiha telah saling mengenal dengan suaminya sejak masih duduk di sekolah menengah, tepatnya 10 tahun lalu. Melansir laman MStar, Selasa (15/10/2019) Zuraiha mendapatkan kesempatan bersekolah hingga S2 di Universitas Sultan Idris (UPSI) di Tanjung Malam, Perak.

Sedangkan sang suami tidak, dan hanya lulus SMA. "Saya meneruskan ke perkuliahan, sementara dia tidak bernasib baik," "Lulus SMA, dia bekerja serabutan di kampung, dia kemudian menjadi sopir truk, dari awalnya mengantar barang di kawasan setempat,"

"Kemudian keluar dari kampung, saat kami tunangan Januari lalu," ungkap Zuraiha dilansir dari laman MStar. Cibiran perihal hubungannya dengan sang suami sudah mulai dilontarkan sejak ia masih berpacaran.

Bahkan 24 jam sebelum menikah pun, saudaranya masih saja mencibir hubungannya. "Beberapa sepupu bertanya mengapa saya tidak menikah dengan seorang guru atau teman kampus saya," ungkap Zuraiha, seraya menirukan cibiran saudaranya. Perempuan yang kini menjadi seorang guru ini sangat bangga dengan profesi suaminya.

"Bila ada yang bertanya soal suami aya, saya akan bangga bilang kalau suami saya sopir truk. Jodoh adalah ketentuan Tuhan," ungkap Zuraiha. Sebelum dipinang oleh sang suami, Zuraiha dan keluarganya tidak pernah menuntuk uang hantaran yang banyak.

"Saya bersyukur dan terharu, karena keluarga saya meminta uang hantaran sesuai kemampuan keluarga laki-laki," "Keluarga suami saya kemudian memberikan kami Rp 27 juta, nilai yang melebihi ekspektasi saya," ungkap Zuraiha.

Zuraiha juga mengakui bahwa gaji sang suami lebih besar dibanding dengan gajinya yang hanya seorang guru. "Jangan pandang rendah pekerjaan sopir truk, kami sekeluarga menerima dia seadanya, karena sikapnya yang bertanggung jawab, dan penyabar,"

"Bagi saya menikah itu tak perlu melihat pendidikan seseorang, yang wajib dalam pernikahan hanyalah mas kawin," ungkapnya. "Kami pun hanya menikah secara sederhana, yang penting adalah calon suami kita bisa jadi kepala keluarga yang bertanggung jawab," imbuh Zuraiha.

LihatTutupKomentar

About Blog