Kisah Pilu DDS, Bayi 2 Tahun Penderita Gizi Buruk yang Sering Disulut Rokok dan Dipukuli Hingga Patah Tulang oleh Ayahnya Hanya karena Sering Menangis


Sulit rasanya membayangkan orang tua tega berbuat keji kepada anak kandungnya sendiri.

Apalagi jika kekejian tersebut dilakukan terhadap seorang bayi yang memiliki kondisi fisik memprihantinkan.

Bayangkan saja, pria bernama Abraham Sabneno alias Bram (45) ini sering menyundutkan api rokok ke mulut anaknya (DDS) yang baru berusia 2 tahun.

Bahkan, tak hanya disundut, DDS tang diketahui menderita gizi buruk tersebut dipukuli pada bagian lengan oleh Bram hingga mengalami patah tulang.

Bram sendiri sudah mendekam di Markas Polsek Kupang Barat sejak Kamis (18/7/2019) malam.

Ditemui sejumlah wartawan di Mapolsek Kupang Barat, Jumat (19/7/2019), Bram mengaku ia mendengar kabar dari anaknya bahwa dirinya dicari polisi, sehingga selalu menghindar.

Bram pun kesal sehingga menuliskan kata-kata ancaman kepada polisi di sebuah papan dan ditempatkan di depan rumahnya.

Usai menulis ancaman itu, Bram kemudian melarikan diri ke rumah keluarganya. Selain mengancam polisi, Bram mengaku menyulutkan api rokok ke mulut, wajah dan dahi anaknya. Bram kesal karena anaknya kerap menangis dan rewel.

"Benar saya sering sulutkan api rokok ke mulut anak saya (korban) karena sering menangis," ujarnya. Sebelumnya, aparat Kepolisian Resor Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), membekuk Abraham Sabneno, pelaku penganiayaan terhadap anaknya sendiri.

"(Abraham) ditangkap tadi malam sekitar pukul 19.00 Wita," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2019) pagi.

Menurut Amalo, Bram ditangkap di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (18/7/2019) malam. Penangkapan itu, lanjut Amalo, setelah pihaknya bekerja sama dengan Sub Direktorat Jatanras Polda NTT.

"Pelaku sementara masih di Polsek Kupang Barat. Rencananya, nanti siang digeser ke Polres Kabupaten Kupang di Babau," ujarnya. Sebelumnya diberitakan, DDS dianiaya oleh sang ayah Abraham Sabneno. Pelaku memukul anaknya di bagian tangan kanan dan kaki kiri, hingga mengalami patah tulang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo, mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkap penyebab penganiayaan itu. Pelaku yang berprofesi sebagai petani itu diketahui sering menganiaya anak-anaknya, termasuk korban. Pelaku memiliki delapan orang anak.

LihatTutupKomentar

About Blog