Jakarta Sudah Makamkan 401 Jenazah Sesuai Protap Covid-19


Sejak virus corona masuk ke Indonesia, bukan hanya rumah sakit yang kebanjiran pasien, namun juga tempat pemakaman umum (TPU). Khususnya TPU di Jakarta.

Sedikitnya, sudah ada 401 jenazah yang dimakamkan di sejumlah TPU di Jakarta.

Pemulasaran dan pemakaman 401 jenazah sesuai standar penanganan pasien Covid-19 ini merujuk data yang dikeluarkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Jumlah itu berdasarkan data terakhir yang diambil pada Kamis (2/4/2020) siang kemarin.

Di hari terakhir, jenazah bahkan berjumlah sampai puluhan, hampir menyentuh angka 40-an.

“Pagi ini (Kamis) saja ada 38 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19. Baru setengah hari saja ya,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lewat teleconference dengan Wakil Presiden Maruf Amin, dilansir TribunJakarta.com.

Pemakaman jenazah menggunakan protap Covid-19 tak hanya dilakukan bagi pasien positif corona.

Tapi juga berlaku bagi pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP).

Di mana PDP dan OPD belum menerima hasil uji laboratorium.

Dengan angka tersebut, ditunjukkan bahwa kasus penularan virus corona di Indonesia masih tinggi, menyusul negara-negara maju lain yang lebih dulu terjangkit Covid-19.

Kendati begitu, di sisi lain hal ini justru menjadi peluang sumber penghasilan bagi para penggali kubur, yang biasanya hanya mengubur satu atau dua jenazah dalam waktu satu bulan.

Diantaranya penggali kubur di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Nali (45).

“Dari dua minggu yang lalu (mulai mengubur korban). Banyak sih (nguburin) udah dua minggu ini. Biasanya cuma ngubur dua (jenazah),” ucapnya, dilansir today.line.me.

Sejak merebaknya virus corona, lanjut Nali, dirinya dan penggali kubur lain jadi selalu kebanjiran orderan. Bahkan dalam sehari saja, Nali bisa sampai menggali 15 liang lahat.

“Sehari malah bisa 15 (jenazah dikuburkan) dua minggu ke sini ramainya. Dari minggu lalu sampai minggu ini,” tuturnya.

LihatTutupKomentar

About Blog