Dijemput Paksa Tim Medis Lengkap dengan APD, Kakek Positif Covid-19 Ini Ngamuk


NGAMUK SAAT DIJEMPUT PAKSA HINGGA DITENDANG

Setiap hal yang menyangkut tetang virus corona atau covid-19 selalu menarik untuk di simak.

Selalu ada kisah dibaliknya, seperti kisah menyedihkan ketika ada kabar mengenai penolakan jenazah perawat.

Kisah Inspiratif, misalnya cerita tentang pengalaman pasien yang sudah sembuh dari covid-19.

Lalu kisah yang menjengkelkan, seperti kisah kakek di Lombok yang satu ini.

Viral sebuah video yang beredar di media sosial, seorang kakek-kakek di Lombok yang mengamuk, saat dijemput paksa petugas medis dengan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Dalam video yang berdurasi 32 detik tersebut, terlihat tiga petugas medis menggiring kakek untuk dibawa ke ambulans.

Dalam proses penjemputannya, si Kakek tersebut bahkan mencoba melawan dengan menendang salah satu petugas, namun usahanya gagal.

Kabarnya, lansia yang ngamuk-ngamuk itu mengidap covid-19 dan enggan dirawat di rumah sakit.

Terlihat dalam rekaman video kakek tersebut, enggan memasang masker yang hendak dipasang oleh petugas medis sambil berteriak, dan terlihat juga beberapa petugas kepolisan dan TNI turut menjemputnya.

Salah satu video tersebut juga diunggah @jokersupriadi pada, Selasa (21/4/2020).

Dalam captionnya, pengunggah video tersebut menuliskan lokasi tersebut ada di Lombok Barat.

"Seorang pria dengan status positif corona menolak berobat di Kelurahan Lingsar - Kabupaten Lombok Barat. Pria tersebut menolak berobat karena takut dikucilkan, terimakasih banyak TIM MEDIS, TNI - POLRI dan perangkat Kelurahan yang akhirnya berhasil mengevakuasi pria tersebut keluar dari dalam rumah," tulisanya dalam caption.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Made Ambaryati menyampaikan, bahwa video itu memang benar adanya, dengan status yang dievakuasi alami gangguan jiwa.

Ia menuturkan, keterangan yang menyebut bahwa orang tersebut positif corona tidak benar.

“Yang ramai di Instagram itu, memang dari hasil rapit diagnostic test (RDT) orang tersebut menunjukan hasil reaktif, kalau yang positif itu tidak akan di rumah, kita isolasi semua di rumah sakit,” kata Ambaryati, saat dikonfirmasi, Rabu (22/2/2020).

LihatTutupKomentar

About Blog