8 Bantuan Pemerintah di Tengah Pandemi, Listrik Gratis sampai Penangguhan Kredit


Jumlah kasus terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Presiden Joko Widodo melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya dengan mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah masing-masing sementara waktu dan membatasi aktivitas sosial hingga physical distancing atau membatasi kontak fisik.

Selain itu, Jokowi juga mengeluarkan berbagai kebijakan lain untuk membantu penanganan Covid-19, terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah yang terdampak Virus Corona Covid-19. Di antaranya, memberikan gratis tarif listrik hingga memberikan penangguhan kredit. Berikut bantuan pemerintah pusat lainnya untuk mengurangi beban rakyat di tengah pandemi virus corona.

Gratis dan Diskon Tarif Listrik

Jokowi memberikan kebebasan dan diskon tarif listrik untuk pelanggan perusahaan listrik negara (PLN). Pembebasan tersebut akan diberikan selama tiga bulan yakni April, Mei dan Juni dengan daya 450 Volt Ampere (VA).

Menambah Dana Kartu Sembako

Presiden Joko Widodo juga menambah dana dalam kartu sembako murah yang mulanya Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu per keluarga. Adapun tambahan anggaran ini akan berlaku selama enam bulan ke depan. Untuk menambah tunjangan Kartu Sembako Murah tersebut pemerintah telah menganggarkan Rp4.5 triliun.

Menaikkan Insentif Kartu Pra Kerja

Insentif penerima kartu pra kerja dinaikkan oleh Jokowi yang mulanya Rp 650 ribu menjadi Rp 1 juta selama 4 bulan ke depan. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak akibatpandemi virus corona (Covid-19).

Memberikan Keringanan Pembayaran Kredit

Joko Widodo juga memberikan keringanan pembayaran kredit motor bagi pekerja informal, baik itu ojek online, supir taksi dan nelayan yang terdampak virus corona (Covid-19). Selain itu, Ia juga melonggarkan relaksasi kredit untuk para Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah wabah Covid-19. Kebijakan tersebut mulai berlaku April 2020.

Tanggung Selisih Bunga & Uang Muka Rumah Subsidi Rp1,5 T

Pemerintah juga memberikan bantuan pada program rumah subsidi untuk membantu masyarakat kecil selama virus corona. Pemerintah menyiapkan 2 stimulus yakni membayarkan selisih bunga dan memberikan subsidi uang muka bagi masyrakat yang ingin mengambil kredit rumah bersubsidi.

Beri Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat khususnya yang bekerja di sektor informal. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat di tengah melemahnya ekonomi akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Menanggung Pajak Karyawan

Pemerintah tengah juga menanggung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak karyawan selama satu semester atau 6 bulan. PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri.

Menambah Jumlah Penerima Program Keluarga Harapan (PKH)

Pemerintah akan menambah jumlah penerima manfaat dari sebelumnya 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga. Sedangkan besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen, dengan komponen ibu hamil Rp2,24 juta menjadi Rp3 juta per tahun dan komponen anak usia dini Rp3 juta per tahun. Selain itu ada dana disabilitas Rp2,4 juta per tahun. Kebijakan ini efektif dilakukan mulai April 2020.

LihatTutupKomentar

About Blog